Pengenalan HTML
https://kabartobi.blogspot.com/2017/01/pengenalan-html.html
HTML5 merupakan kelanjutan dari HTML 4 yang tidak diupdate sejak tahun 1999. Dimana W3C sebagai badan yang membuat standar HTML lebih berminat mengembangkan XHTML daripada melanjutkan HTML.
Setelah beberapa tahun pengembangan, XHTML ternyata tidak sesuai dengan harapan. XHTML 2.0 tidak kunjung selesai, sehingga beberapa programmer web bergabung membentuk badan tersendiri: WHATWG. WHATWG kemudian mengembangkan format yang akan menjadi cikal bakal HTML5. Singkat cerita, W3C meninggalkan XHTML 2.0 dan ikut mengembangkan HTML5 bersama WHATWG.
Tepat pada tanggal 28 Oktober 2014 lalu, W3C telah resmi merampungkan standar HTML5 (sumber resminya dapat dibaca pada http://www.w3.org/blog/news/archives/4167). Walaupun demikian, saat ini HTML5 telah didukung hampir oleh semua web browser modern, sehingga sudah saatnya kita mulai membuat kode HTML menggunakan standar HTML5.
HTML5 datang membawa beberapa sekitar 30an tag baru. Kebanyakan tag ditujukan untuk membuat struktur halaman, seperti ,
Standar baru HTML5 ini membawa banyak fitur baru dalam pemrograman web. Akan tetapi, karena HTML5 merupakan ‘living standar’, maka tag-tag baru bisa saja muncul dengan cepat, tanpa perlu menunggu standarisasi oleh W3C.
HTML5 dan HTML 5 adalah hal yang berbeda (perhatikan tanda spasi pemisah antara HTML dengan angka 5).
Perbedaan penulisan ini muncul karena terdapat 2 badan yang pada awalnya mengembangkan kelanjutan HTML. Yakni W3C (World Wide Web Consortium) dan WHATWG (Web Hypertext Application Technology Working Group).
W3C sebagai badan pembuat standarisasi HTML, tidak melanjutkan pengembangan HTML sejak HTML 4.01. W3C lebih memilih mengembangkan XHTML sebagai masa depan HTML. Namun karena XHTML ‘berhenti’ pada versi XHTML 2.0 dan tidak kunjung rampung, beberapa programmer web membuat badan independen yang disebut dengan WHATWG.
WHATWG dibentuk bukan sebagai pesaing W3C, tetapi sebagai organisasi lepas yang ingin membuat draft kelanjutan HTML 4.01 untuk selanjutnya diserahkan kepada W3C. WHATWG melakukan voting dan sepakat menamainya dengan HTML5 (tanpa spasi).
W3C menyadari bahwa XHTML 2.0 yang mereka kembangkan mengalami jalan buntu. Karena melihat banyak web browser sudah beralih menggunakan fitur HTML5 yang dikembangkan WHATWG, W3C kemudian membentuk HTML Working Group untuk mengikuti perkembangan HTML5. Versi kelanjutan HTML dari W3C ini disebut HTML 5 (dengan spasi !).
Kesepakatan akhir: HTML5
Sejak saat itu, terdapat 2 versi penulisan HTML, yakni HTML5 dan HTML 5. Perbedaan ini menjadi perbincangan menarik, bahkan di situs resmi WHATWG juga membahas tentang hal ini: https://blog.whatwg.org/spelling-html5.
Namun pada akhir cerita, kedua badan ini sepakat menamai versi HTML terakhir dengan HTML5 (tanpa spasi). Jadi, jika anda ingin menulis HTML versi terbaru, hati-hati dengan spasi :)
Dalam tutorial belajar HTML5 berikutnya, kita akan membahas tentang aturan penulisan DOCTYPE pada HTML5.

Posting KomentarDefault CommentsFacebook Comments