Cak Imin Bicara Soal Memperkokoh Kebhinekaan di Unair Surabaya
https://kabartobi.blogspot.com/2017/09/cak-imin-bicara-soal-memperkokoh.html
Surabaya - Dihadapan Peserta Diskusi Ilmiah Rebuan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rabu (14/9/2017), Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mengingatkan tentang pentingnya memperkokoh politik kebhinekaan.
Muhaimin juga meminta agar tidak membawa kekerasan dari negara lain yang dapat memecah belah Indonesia. "Kita ini kan sedang bekerja keras, supaya potensi-potensi kebinekaan itu produktif," kata pria yang biasa juga disapa Cak Imin di sela acara.
Muhaimin mencontohkan, kasus kekerasan terhadap umat Islam di Rohingya, dapat disikapi dengan arif. "Kekerasan umat Islam Rohingya, jangan diekspor menjadi perpecahan bangsa kita. Kampanye dan konseptualisasi pluralisme kebinekaan harus terus kita jalankan," ujarnya.
Cak Imin menambahkan, penguatan Islam rahmatan lil alamin, juga terus dilakukan.
"Lalu, sistem pemerintahan negara lebih adil harus diwujudkan. Insyaallah aman," tuturnya.
Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini menerangkan, ketika kekerasan terhadap etnis muslim Rohingya di Myanmar menjadi isu internasional. Muhaimin langsung bergerak menemui umat Budha di Indonesia.
"Waktu Rohingya meletus, karena di sana mayoritas orang Budhis, saya langsung datang ke vihara. Bertemu dengan tokoh-tokoh vihara, supaya mengontak (menghubungi) jaringan budhis di Myanmar. Di sana, solidaritas menolak kekerasan kepada umat Islam di Rohingya. Sekaligus kita ingin menyatakan bahwa, budhis di Indonesia tidak ada hubungannya dengan budhis di Rohingya," jelasnya.
Pertama, menegakkan hukum secara tegas terhadap pelaku tindak kekerasan. Kedua, ormas-ormas keagamaan harus didorong untuk mengedepankan dialog dan kerjasama,serta penanaman nilai-nilai toleransi.
"Dan penanaman nilai toleransi ini harus diajarkan sejak dini dan berkelanjutan kepada anak-anak mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi," tandasnya.
sumber : detik.com


Posting KomentarDefault CommentsFacebook Comments